Audio Mengatur Nada Emosional
Kita semua pernah mengalami pengalaman emosional saat mendengar suara. Dari
lagu yang membangkitkan kenangan, suara yang sudah lama kita rindukan,
hingga suara yang tiba-tiba dan mengejutkan, apa yang Anda dengar bisa
berdampak ekstrem pada emosi Anda. Audio bahkan dapat mengubah konteks emosional dari apa yang Anda lihat.
Katakanlah Anda sedang menonton video seekor anak anjing. Itu lucu, bukan? Maksud
saya, seekor anak anjing kecil yang berbaring di bawah sinar matahari
lalu segera tertidur kembali seperti menyaksikan kegembiraan yang murni
dan hangat.
Sekarang, putar video hipotetis yang sama dalam pikiran Anda dan tambahkan tema Horror di atas visualnya. Alih-alih
gembira, Anda mungkin akan merasa takut atau cemas atau takut atau
panik atau sinonim lainnya yang saya temukan di Thesaurus.com.
Audio
membangkitkan emosi, dan jika Anda ingin mengatur suasana hati
penonton, tidak ada yang lebih penting daripada soundtrack atau efek
suara.
Audio Menambah Suasana
Selain respons emosional terhadap suara, audio juga dapat melakukan banyak pengaturan tabel untuk video Anda. Bahkan
sebelum tirai metaforis dibuka, segelintir suara dapat memberi tahu
pemirsa apa yang diharapkan atau di mana video tersebut berlangsung.
Suara
pendingin air yang diikuti dengan dering telepon dan suara mesin
fotokopi, bahkan di layar kosong, akan membuat audiens Anda tahu bahwa
mereka sedang berada di kantor yang sibuk. Klakson mobil, teriakan acak, dan mesin dalam keadaan idle merupakan indikasi jalan kota. Suara
sapi yang melenguh, suara babi yang bersuara, dan suara ayam yang
berkotek bisa menjadi ketenangan sebelum terjadinya peperangan
besar-besaran terhadap hewan.
Dengan kata lain: meskipun audio membangkitkan emosi, audio juga dapat membangkitkan makna.