Kamis, 26 November 2015

Hakikat Pemuda Bangsa Indonesia



Pada kesempatan kali ini, saya akan berbincang mengenai peran generasi muda. Kita adalah generasi muda penerus bangsa. Kita menjadi harapan masa depan dari langkah negeri ini. Sebagai harapan bangsa,seharusnya kita memberikan prestasi sebagai bukti bahwa kita mampu meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini.
Selain itu pemuda juga merupakan ujung tombak bagi masa depan bangsa untuk menjawab tantangan ke depan yang lebih baik. Agar negeri ini semakin maju, sangat dibutuhkan generasi muda yang perkepribadian luhur, berbudipekerti dan mampu mengamalkan ilmu yang dimiliki. Pengamalan ilmu dengan baik dan kreatif akan membuat daya saing bangsa di masa depan menjadi lebih baik lagi.

Indonesia adalah negara yang memiliki kompleksitas dan keragaman yang unik. Tersusun dari bebagai suku dan budaya, berbagai bahasa dan adat istiadat, serta memiliki beribu pulau yang saling terpisahkan oleh lautan. Indonesia mendapat julukan negeri agraria sekaligus negeri maritim.Berbagai perbedaan itu bisa membuat perpecahan dalam suatu bangsa, atau justru bisa membuat bangsa ini lebih bersatu. Di sinilah posisi pemuda sangat diandalkan, generasi muda menjadi tumpuan negeri ini agar terus bersatu dan mencapai visi misi bersama.
Contohnya seperti Martunis,Di tengah carutmarut sepakbola nasional, ada sebuah kebanggaan bagi negeri ini. Muncu lnama Martunis, bocah Aceh, yang kini mulai merintis mimpi di Eropa.Pada 1 Juli 2015, Martunisdigaetklubraksasa Portugal, Sporting Lisbon. Pemuda 17 tahun tersebut akan memulai kariernya di akademi klub berjuluk Sportinguistas.

Mimpi Martunis ini tak diraih dengan mudah.Sempat di hantam kesedihan luarbiasa karena ditinggal orang tua dan saudaranya akibat tsunami, Martunis bangkit menjadi pria yang memiliki kesempatan luarbiasa untuk mengharumkan nama bangsa.

Walau baru bergabung dengan Sporting, Martunis secara tak sengaja telah membawa nama Indonesia kembali mendunia. Martunis menjadi bahasan di beberapa media dunia. Salah satumedia ternama Inggris, The Guardian,The Independent
Namun sayangnya masih banyak generasi muda Indonesia saat ini banyak yang terperosok dalam arus globalisasi yang memberikan dampak negatif. Arus globlalisasi yang terlalu cepat memang memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya banyak teknologi yang berkembang sehingga mempermudah aktifitas manusia. Namun dapat berdampak negatif ketika mentalitas pemuda dan generasi penerus bangsa ini semakin buruk .

Rusaknya generasi muda bisa terjadi dengan adanya kriminalitas, mabuk-mabukan, seks bebas, premanisme dan lain sebagainya.

Sementara Indonesia terus membutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang berjiwa tangguh, adil, bijaksana dan mampu bertahan dari kuatnya arus negatif globalisasi. Kita sebagai pemuda harus bisa menunjukkan kedewasaan dan kematangan pikiran agar mampu mengelola negeri ini dengan lebih baik. Kita juga harus memiliki karakter kepemimpinan yang adil dan bijaksana. Tidak hanya mementingkan urusan pribadi dan golongan.

Kita bisa contoh Martunis tadi dari sisi semangatnya,kegigihannya.atau Setidaknya kita terus belajar dan mencoba menjadi lebih baik dengan belajar lebih giat, aktif di kegiatan sosial dan berperan aktif dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan di sekitar kita.

Semoga kita bisa menjadi pemuda yang dibutuhkan negeri ini,menjadi Pemuda yang berpengaruh dalam kemajuan Indonesia.
Demikianlah pembicaraan dari sayasemoga bisa memberikan inspirasi,inovasi atau acuan untuk lebih maju dan berkembang lagi. Jika ada salah-salah kata saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Tidak ada komentar: